Minggu, 24 Oktober 2010

tehnik melukis dengan cat air



Sejarah

Lukisan cat air dimulai dari penemuan kertas di Tiongkok sekitar 100 M. Pada abad 12Moor memperkenalkan kertas ke Spanyol dan kemudian menyebar ke Italia beberapa dekade berikutnya. Pabrik kertas tertua terletak di Fabriano, Italia yang didirikan tahun 1276, dan Arches, Perancis pada tahun 1492. bangsa

Albrecht Dürer, A Young Hare, 1502, Watercolor
Lukisan cat air tertua yang pernah ditemukan dibuat oleh Raffaello Santi yang membuat kartun-kartun untuk desain gorden. Di Jerman, Albrecht Dürer membuat lukisan cat air pada abad 15. Sekolah lukisan cat air pertama dibuka oleh Hans Bol dan sangat dipengaruhi oleh karya-karya Dürer. Pelukis cat air terkenal lainnya adalah van Dyck, Thomas Gainsborough, dan John Constable. Paul Sandby dianggap bapak lukisan cat air Inggris Raya.

Bahan utama

Cat air dibuat dari pigmen halus atau serbuk warna (dye) yang dicampur dengan gum arabicgliserin atau madu untuk menambah kekentalan dan merekatkan warna ke permukaan. sebagai bahan baku, serta

 Teknik penggunaan


Carl Larsson, The Christmas Eve, watercolor, (1904-1905).
Biasanya cat air digunakan dengan kuas lancip dan air yang berlebih, tetapi bisa pula dicampurkan dengan material lain. Biasanya akrilik atau collage. Cat air dengan campuran air berlebih menghasilkan warna yang terang dan segar. Warna ini dihasilkan oleh cahaya yang mampu menembus lapisan cat yang transparan.

Kelebihan

Cat air memiliki kelebihan tidak berbau, mudah dibersihkan, dan mudah kering.

Jumat, 20 Agustus 2010

kuliner tajil bulan ramadhan

Bahan :
Untuk Cendol,
- 1 bks tepung hun kwe,
- 4 gelas air
- 1 sdm (rata) tp beras
- Daun pandan diparut, diambil airnya sb pewarna dan pengharum
- pewarna pandan dikit aja
- gula pasir dan garam secukupnya
- es batu/air dingin sekali.
- Cetakan Cendol (bisa beli di toko Asia/Indonesia cuma 2,5 Euro)
Untuk Kuah,
- gula merah
- air
- daun pandan
- gula pasir
- garam
- santan
Pelengkap, nangka
Cara : campur jadi satu bahan cendol, masak sd kental (seperti bikin lem sagu). Siapkan saringan & es batu. Masukan cendol ke saringan yang bawahnya diberi wadah yg diisi es batu & air) saring cendol sambil ditekan2.
Untuk kuah : Campur jadi satu bahan kuah, masak sd agak kental. Beri irisan nangka jika suka.

indosiar dot com
Berita HOT:
Remisi dan Grasi Terpidana Korupsi
Menkumham: Diberikan Sudah Sesuai Aturan
Petugas Terlibat Tawuran
Konser Band Wali Rusuh Penonton
Ketahuan Mencuri Motor
2 Pencuri Motor Tembak Warga
Bagi umat Islam, bulan suci ramadhan memang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Pada bulan puasa ini, berbagai kegiatan menarik dilakukan umat Islam seperti pengajian, buka puasa bersama, atau membayar zakat.
Pada bulan ramadhan, Tajil atau penganan yang dihidangkan saat buka puasa adalah lazim. Apalagi di daerah-daerah tertentu tradisi tajil yang khusus, masih dipertahankan.
Selama bulan suci ramadhan, halaman Masjid Raya Al Maksum atau lebih dikenal sebagai Mesjid Raya Medan, Sumatera Utara, selalu dibanjiri warga maupun jemaah masjid yang ingin menikmati salah satu menu utama khas Kesultanan Deli, yaitu bubur pedas yang kental dengan aroma rempah-rempahnya.
Hampir setiap hari sejak pukul 14.00, para pengurus Kenaziran Masjid Raya Al Maksum selama bulan ramadhan disibukkan dengan pekerjaan tambahan. Selain mengelola kemakmuran masjid, para nazir juga disibukkan dengan aktifitas mempersiapkan menu berbuka puasa bagi para jemaah dan warga sekitar masjid.
Menu yang selalu ditunggu-tunggu jemaah masjid maupun warga sekitar itu adalah bubur pedas. Menurut para Nazir Masjid, bubur pedas itu merupakan makanan khas berbuka puasa yang sudah turun temurun dilakukan Kesultanan Deli di Medan.
Untuk permbuatan bubur pedas bagi warga dan jemaah masjid, pihak Kenaziran menyediakan satu kuali berukuran besar bubur pedas. Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatannya pun, terbilang sederhana. Yakni hanya memerlukan bahan-bahan seperti beras, kentang, wortel, daging sapi, merica dan daun seledri.
Pihak Kenaziran sendiri mengatakan bubur ini disebut bubur pedas karena rasa bubur ini didominasi rasa pedas yang ditimbulkan dari bahan rempah-rempah seperti merica. Menurut mereka sejak tahun 1930-an, bubur ini kerap menyertai acara berbuka puasa di Kesultanan Deli.
Keong yang hidup dipersawahan bagi masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, sering dijadikan makanan. Selain bernilai gizi tinggi, konon daging keong berguna untuk mengobati berbagai penyakit seperti lever dan darah tinggi.
Keong yang khusus untuk sayur banyak diburu oleh orang. Bahkan pada bulan ramadhan, sayur keong menjadi makanan khas berbuka puasa. Tak heran, jika beberapa penjual sayur keong di Jalan Kauman No. 3 Kota Purwokerto, Banyumas, kewalahan melayani pembelinya.
Jika biasanya sehari hanya membuat sayur keong 6 kilogram, namun pada bulan puasa, penjual harus menyediakan 60 kilogram setiap harinya.
Cara memakan sayur keong ini, juga cukup unik karena harus menyediakan lidi untuk mengambil daging yang berada didalam rumah keong tersebut. Sementara untuk merasakan sedapnya bumbu sayur, pembeli harus menyedotnya dari lubang keong tersebut.
Di Sukabumi, ada sejenis kue yang dikenal luas masyarakat setempat, yaitu kue moci. Kue moci bentuknya bulat, bertabur tepung, dan terasa kenyal. Jika digigit, akan terasa manis yang berasal dari adonan gula. Kue itu terbuat dari tepung ketan, gula, kacang tanah, gula tepung, dan tepung tapioka. Sepanjang bulan Ramadhan, kue bulat ini menjadi salah satu hidangan buka puasa masyarakat.
Konon, kue itu pertama kali dipopulerkan oleh sejumlah warga keturunan Tionghoa pada tahun 1960-an. Namun, saat mulai dipasarkan ke masyarakat, kue itu laris manis dan digemari masyarakat Sukabumi. Sebenarnya, kue moci merupakan penganan asli Tiongkok. Kue itu biasanya disajikan pada resepsi pernikahan pasangan warga keturunan Cina.
Semula, hanya ada dua jenis kue moci yang dijual di pasaran, yaitu kue moci tanpa isi yang disebut kiathong dan kue moci yang diisi dengan adonan kacang. Seiring pesatnya perkembangan industri pembuatan kue moci, kini penganan itu tersedia dalam aneka rasa, mulai dari rasa moka, jahe, hingga durian.
Minuman legen menjadi minuman khas berbuka puasa yang paling digemari di Semarang. Minuman yang disadap dari tangkur buah siwalan ini biasanya disajikan dengan es batu sebagai pelepas dahaga berbuka puasa. Minuman ini dicampur dengan potongan buah siwalan yang disajikan dengan es batu seperti layaknya es kelapa muda.
Di Semarang, legen banyak dijumpai di sepanjang Jalan Wolter Monginsidi. Pada bulan puasa ini, kios-kios tendan disepanjang jalan ini ramai dikunjungi, terlebih menjelang saat berbulan puasa. Selain rasanya nikmat, karena manisnya alami dan harganya yang jauh lebih murah dibandingkan kelapa muda.
Legen dijual dalam kemasan air botol mineral berukuran satu liter dengan harga Rp 2000. Untuk botol satu setengah liter harganya Rp 1000. Sementara harga buah siwalan hanya Rp 2000 per tangkur berisi 6 hingga 8 biji buah siwalan. Para pedagang ini mendapatkan legen dari buah siwalan dari pohon siwalan di kebon mereka sendiri. Sebagian besar masyarakat di tempat ini memang mencari tambahan pengahasilan dari menanam pohon siwalan.(*/Idh)

seni musik

Musik


Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

 Aliran-aliran musik

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.
Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

Musik klasik

Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.[1]
Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16.[2] Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktek-praktek seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) maupun musik populer


Lagu daerah


Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname.
Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing. Misalkan lagu kedaerahan Bali adalah Bali Jagaddhita.
Lagu daerah atau musik daerah ini biasanya muncul dan dinyanyikan atau dimainkan pada tradisi-tradisi tertentu pada masing-masing daerah, misal pada saat menina-bobok-kan anak, permainan anak-anak, hiburan rakyat, pesta rakyat, perjuangan rakyat, dan lain sebagainya.
Daftar lagu daerah Indonesia Lagu Kedaerahan merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi sebuah daerah. Terdapat lagu-lagu kedaerahan yang telah menjadi popular diseluruh negara hasil penyiaran oleh radio dan televisi.

Lagu kedaerahan Indonesia

 Lagu-lagu daerah Melayu Bengkulu

  1. Toy Botoy-botoy
  2. Ding Kediding Ambin Umbut
  3. Bekatak Kurak karik
  4. Sekundang Setungguan
  5. Anok Lumang
  6. Tebo Kabeak
  7. Idup Nak Ratau
  8. Jibek Weo
  9. Sungai Suci
  10. Ting Bedeting
  11. Mencantik

 Lagu-lagu daerah Batak

  1. Inang
  2. Asing Sing So
  3. Pulo Samosir
  4. Butet
  5. Lisoi
  6. O Tano Batak
  7. Sinanggar Tullo
  8. Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita
  9. Lisoi
  10. Denggan Ni Lagu Mi
  11. Ketabo
  12. Na Sonang Do Hita Nadua
  13. Sik Sik Sibatu Manikam
  14. Sapata Ni Napuran
  15. Si Togol
  16. Ramba Dia
  17. Sirait nabolon

 Lagu rakyat Sumatera Utara

  1. Aek Sarulla
  2. Alusi Au
  3. Anju Ahu
  4. Butet
  5. Dago Inang Sarge
  6. Dirondang Ni Bulani
  7. Erkata Bedil
  8. Gondang Si Monang-monang
  9. Hoho Ninawuagö
  10. Ketabo
  11. Kulcapi
  12. Leleng Ma Hupaima Ima
  13. Lisoi
  14. Madekdek Magambiri
  15. Mariam Tomong
  16. Modom
  17. Na Sonang Do Hita Nadua
  18. O, Doli
  19. O, Pio
  20. Pinasa Si Dung-dungon
  21. Piso Surit
  22. Rura Silindung
  23. Say Selamat Masineger
  24. Sege Sege
  25. Sengko Sengko
  26. Si Raya Katumba
  27. Sigulempong
  28. Simalungun Rayat
  29. Sinanggar Tullo
  30. Sing Sing So
  31. Sori Ya Katulla
  32. Taganing and Muzik Tiup
  33. Tarambe Tangan
  34. Tillo Tillo
  35. Tuan Ma Gunung Malelo

Lagu Daerah Palembang Sumatera Selatan

  1. Gending Sriwijaya
  2. Cuk mak ilang
  3. Kebile bile
  4. Pempek Lenjer]
Musik keagamaan

Gambus

Gambus adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah. Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan orkes gambus atau disebut gambus saja. Di TVRI dan RRI, orkes gambus pernah membawakan acara irama padang pasir.
Orkes gambus mengiringi tari Zapin yang seluruhnya dibawakan pria untuk tari pergaulan. Lagu yang dibawakan berirama Timur Tengah. Sedangkan tema liriknya adalah keagamaan. Alat musiknya terdiri dari biola, gendang, tabla dan seruling. Kini, orkes gambus menjadi milik orang Betawi dan banyak diundang di pesta sunatan dan perkawinan. Lirik lagunya berbahasa Arab, isinya bisa doa atau shalawat. Perintis orkes gambus adalah Syech Albar, bapaknya Ahmad Albar, dan yang terkenal orkes gambus El-Surayya dari kota Medan pimpinan Ahmad Baqi.


Kasidah

Kasidah (qasidah, qasida; bahasa Arab: "قصيدة", bahasa Persia: قصیده atau چكامه dibaca: chakameh) adalah bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan. Penyanyi menyanyikan lirik berisi puji-pujian (dakwah keagamaan dan satire) untuk kaum muslim.
Lagu kasidah modern liriknya juga dibuat dalam bahasa Indonesia selain Arab. Grup kasidah modern membawa seorang penyanyi bintang yang dibantu paduan suara wanita. Alat musik yang dimainkan adalah rebana dan mandolin, disertai alat-alat modern, misalnya: biola, gitar listrik, keyboard dan flute. Perintis kasidah modern adalah grup Nasida Ria dari Semarang yang semuanya perempuan. Lagu yang top yakni Perdamaian dari Nasida Ria. Di tahun 1970-an, Bimbo, Koes Plus dan AKA mengedarkan album kasidah modern.

Minggu, 08 Agustus 2010

mari cinta SENI :)

http://img.m.kompas.com/data/photo/2008/11/07/222543p.jpg


1. Zaenal beta
Ada terobosan baru dari Zaenal Beta dalam peta perjalanan seni rupa Makassar. Bersama dengan seniman Makassar lainnya yaitu S. Mamala, mereka membuat lukisan-lukisan yang berukuran sangat mini atau biasa disebut 'micro painting'. Kita dapat menikmati karya mereka terpajang di ruang gedung DKM Fort Rotterdam Makassar. Karena ukurannya yang mini, telah disiapkan kaca pembesar bagi yang ingin melihat detil lukisan. Micro Painting ini adalah salah satu alternatif cinderamata andalan Kota Daeng, Makassar.

  2.Muryadianto, Pelukis biji wijen
Murdiyanto adalah pelukis biji wijen yang berasal dari Bangil. Muryadianto tinggal di Kelurahan Latek Kecamatan Bangil. Warga setempat lebih mengenal Mur -panggilan Muryadianto- sebagai seorang pekerja di toko bangunan di kawasan tersebut. Yakni UD Mandiri, milik H Syafi'i.
Muryadianto adalah pria asal Ngawi kelahiran 4 April 1973. Ia tak pernah menyangka jika biji wijen yang ia beli seperempat kilogram di pasar Bangil itu beberapa tahun lalu akhirnya bisa jadi lukisan apik. Jadi logo Nahdlatul Ulama (NU), Pemkot Pasuruan hingga logo klub sepak bola mancanegara.




3. Ki Djoko Sutedjo
Pelukis terkenal asal Semarang ini pernah menjadi rekoris Muri, karyanya yaitu lukisan wayang terkecil yang berukuran 3x3 cm ini tercatat di Muri pada tahun 1998.




4. S. mamala
Pelukis yang berasal dari Makassar ini, berkerja sama dengan Zaenal Beta membuat lukisan terkecil. Lukisan mikronya yang terkenal adalah lukisan Sultan Hasanudin yang berukuran 1,5-2 cm, dibutuhkan kaca pembesar untuk melihat lukisan ini.




5. Abu Naam
Tercatat dalam rekor Muri dengan lukisan airbrush terkecil yang berukuran 1x1 cm.


6. Jupri Abdullah
Di antara sekian banyak pelukis di Jawa Timur, Jupri Abdullah tergolong pelukis mikro yang membuat lukisan mikro Presiden AS Barack Obama dan almarhum Gus Dur. Jupri yang asli Pandaan, Pasuruan, ini juga kerap bikin heboh dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Nama Jupri Abdullah mulai akrab dengan Museum Rekor Indonesia (Muri) sejak 2003. Saat itu Jupri dinobatkan sebagai sebagai pelukis kaligrafi terkecil di Indonesia. Lukisan kaligrafinya berukuran 0,5 x 0,5 sentimeter.




7. Moselis Arief (3x3 mm)
Pelukis yang sedang diusulkan sebagai rekoris Muri dengan lukisan wajah Soekarno sebesar 3x3 mm.


8. Iwan Ridwan
Iwan Ridwan, seorang pelukis asal Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pria berusia 35 tahun ini malah sedang getol-getolnya membuat lukisan mini, yang hanya bisa dinikmati dengan kaca pembesar. Lukisannya yang terkecil berukuran 2x3 mm yaitu lukisan wajah Alm. Gus Dur.
Ada beberapa lukisan Iwan Ridwan yang berukuran super mini diantaranya lukisan wajah Bung Karno (4x16 mm), wajah Soeharto (8x12 mm) dan tokoh lawak Indonesia Gogon (3x5 mm).




9. Didik Saifudin Zuhri
Karya kaligrafi yang lazim dikenal biasanya dibuat dengan tampilan yang jelas terbaca tanpa menghilangkan unsur seni. Namun di Malang, Jawa Timur ditemukan seni kaligrafi hanya berukuran setengah milimeter. Adalah Haji Didik Saifuddin Zuhri yang dikenal sebagai pelukis kaligrafi mikro.
Karya kaligrafinya yang paling fenomenal adalah lafal Basmalah berlatar belakang Ka'bah dan Hajar Aswad berukuran 1,5 milimeter. Ia memerlukan waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya karena memakai huruf lebih banyak. Sayang, kaligrafi mikro yang diklaim terkecil di dunia ini ditolak Museum Rekor Indonesia (MURI).




10. Deddy Efendy
Deddy Effendie adalah seorang pelukis yang berkarya dengan lukisan-lukisan super mini. Lukisan terkecilnya berukuran 0,4 mm x 0,45 mm yang menggambarkan seekor kucing sedang makan tikus dengan mulut yang berdarah-darah dan ekor tikus yang masih menjuntai di mulut kucing, dibutuhkan kaca pembesar untuk melihat lukisan tersebut.