Bahan :
Untuk Cendol,
- 1 bks tepung hun kwe,
- 4 gelas air
- 1 sdm (rata) tp beras
- Daun pandan diparut, diambil airnya sb pewarna dan pengharum
- pewarna pandan dikit aja
- gula pasir dan garam secukupnya
- es batu/air dingin sekali.
- Cetakan Cendol (bisa beli di toko Asia/Indonesia cuma 2,5 Euro)
- 1 bks tepung hun kwe,
- 4 gelas air
- 1 sdm (rata) tp beras
- Daun pandan diparut, diambil airnya sb pewarna dan pengharum
- pewarna pandan dikit aja
- gula pasir dan garam secukupnya
- es batu/air dingin sekali.
- Cetakan Cendol (bisa beli di toko Asia/Indonesia cuma 2,5 Euro)
Untuk Kuah,
- gula merah
- air
- daun pandan
- gula pasir
- garam
- santan
- gula merah
- air
- daun pandan
- gula pasir
- garam
- santan
Pelengkap, nangka
Cara : campur jadi satu bahan cendol, masak sd kental (seperti bikin lem sagu). Siapkan saringan & es batu. Masukan cendol ke saringan yang bawahnya diberi wadah yg diisi es batu & air) saring cendol sambil ditekan2.
Untuk kuah : Campur jadi satu bahan kuah, masak sd agak kental. Beri irisan nangka jika suka.
Berita HOT:
Jelang Mudik Lebaran
Paket Kiriman Motor Via Kereta Menumpuk
Paket Kiriman Motor Via Kereta Menumpuk
Remisi dan Grasi Terpidana Korupsi
Menkumham: Diberikan Sudah Sesuai Aturan
Menkumham: Diberikan Sudah Sesuai Aturan
Petugas Terlibat Tawuran
Konser Band Wali Rusuh Penonton
Konser Band Wali Rusuh Penonton
Ketahuan Mencuri Motor
2 Pencuri Motor Tembak Warga
2 Pencuri Motor Tembak Warga
Diduga Gantung Diri
WNA Jerman Tewas dengan Leher Terjerat
WNA Jerman Tewas dengan Leher Terjerat
Bagi umat Islam, bulan suci ramadhan memang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Pada bulan puasa ini, berbagai kegiatan menarik dilakukan umat Islam seperti pengajian, buka puasa bersama, atau membayar zakat.
Pada bulan ramadhan, Tajil atau penganan yang dihidangkan saat buka puasa adalah lazim. Apalagi di daerah-daerah tertentu tradisi tajil yang khusus, masih dipertahankan.
Pada bulan ramadhan, Tajil atau penganan yang dihidangkan saat buka puasa adalah lazim. Apalagi di daerah-daerah tertentu tradisi tajil yang khusus, masih dipertahankan.

Selama bulan suci ramadhan, halaman Masjid Raya Al Maksum atau lebih dikenal sebagai Mesjid Raya Medan, Sumatera Utara, selalu dibanjiri warga maupun jemaah masjid yang ingin menikmati salah satu menu utama khas Kesultanan Deli, yaitu bubur pedas yang kental dengan aroma rempah-rempahnya.
Hampir setiap hari sejak pukul 14.00, para pengurus Kenaziran Masjid Raya Al Maksum selama bulan ramadhan disibukkan dengan pekerjaan tambahan. Selain mengelola kemakmuran masjid, para nazir juga disibukkan dengan aktifitas mempersiapkan menu berbuka puasa bagi para jemaah dan warga sekitar masjid.
Menu yang selalu ditunggu-tunggu jemaah masjid maupun warga sekitar itu adalah bubur pedas. Menurut para Nazir Masjid, bubur pedas itu merupakan makanan khas berbuka puasa yang sudah turun temurun dilakukan Kesultanan Deli di Medan.
Untuk permbuatan bubur pedas bagi warga dan jemaah masjid, pihak Kenaziran menyediakan satu kuali berukuran besar bubur pedas. Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatannya pun, terbilang sederhana. Yakni hanya memerlukan bahan-bahan seperti beras, kentang, wortel, daging sapi, merica dan daun seledri.
Pihak Kenaziran sendiri mengatakan bubur ini disebut bubur pedas karena rasa bubur ini didominasi rasa pedas yang ditimbulkan dari bahan rempah-rempah seperti merica. Menurut mereka sejak tahun 1930-an, bubur ini kerap menyertai acara berbuka puasa di Kesultanan Deli.
Keong yang hidup dipersawahan bagi masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, sering dijadikan makanan. Selain bernilai gizi tinggi, konon daging keong berguna untuk mengobati berbagai penyakit seperti lever dan darah tinggi. Keong yang khusus untuk sayur banyak diburu oleh orang. Bahkan pada bulan ramadhan, sayur keong menjadi makanan khas berbuka puasa. Tak heran, jika beberapa penjual sayur keong di Jalan Kauman No. 3 Kota Purwokerto, Banyumas, kewalahan melayani pembelinya.
Jika biasanya sehari hanya membuat sayur keong 6 kilogram, namun pada bulan puasa, penjual harus menyediakan 60 kilogram setiap harinya.
Cara memakan sayur keong ini, juga cukup unik karena harus menyediakan lidi untuk mengambil daging yang berada didalam rumah keong tersebut. Sementara untuk merasakan sedapnya bumbu sayur, pembeli harus menyedotnya dari lubang keong tersebut.
Di Sukabumi, ada sejenis kue yang dikenal luas masyarakat setempat, yaitu kue moci. Kue moci bentuknya bulat, bertabur tepung, dan terasa kenyal. Jika digigit, akan terasa manis yang berasal dari adonan gula. Kue itu terbuat dari tepung ketan, gula, kacang tanah, gula tepung, dan tepung tapioka. Sepanjang bulan Ramadhan, kue bulat ini menjadi salah satu hidangan buka puasa masyarakat.
Konon, kue itu pertama kali dipopulerkan oleh sejumlah warga keturunan Tionghoa pada tahun 1960-an. Namun, saat mulai dipasarkan ke masyarakat, kue itu laris manis dan digemari masyarakat Sukabumi. Sebenarnya, kue moci merupakan penganan asli Tiongkok. Kue itu biasanya disajikan pada resepsi pernikahan pasangan warga keturunan Cina.
Semula, hanya ada dua jenis kue moci yang dijual di pasaran, yaitu kue moci tanpa isi yang disebut kiathong dan kue moci yang diisi dengan adonan kacang. Seiring pesatnya perkembangan industri pembuatan kue moci, kini penganan itu tersedia dalam aneka rasa, mulai dari rasa moka, jahe, hingga durian.
Minuman legen menjadi minuman khas berbuka puasa yang paling digemari di Semarang. Minuman yang disadap dari tangkur buah siwalan ini biasanya disajikan dengan es batu sebagai pelepas dahaga berbuka puasa. Minuman ini dicampur dengan potongan buah siwalan yang disajikan dengan es batu seperti layaknya es kelapa muda.
Di Semarang, legen banyak dijumpai di sepanjang Jalan Wolter Monginsidi. Pada bulan puasa ini, kios-kios tendan disepanjang jalan ini ramai dikunjungi, terlebih menjelang saat berbulan puasa. Selain rasanya nikmat, karena manisnya alami dan harganya yang jauh lebih murah dibandingkan kelapa muda.Legen dijual dalam kemasan air botol mineral berukuran satu liter dengan harga Rp 2000. Untuk botol satu setengah liter harganya Rp 1000. Sementara harga buah siwalan hanya Rp 2000 per tangkur berisi 6 hingga 8 biji buah siwalan. Para pedagang ini mendapatkan legen dari buah siwalan dari pohon siwalan di kebon mereka sendiri. Sebagian besar masyarakat di tempat ini memang mencari tambahan pengahasilan dari menanam pohon siwalan.(*/Idh)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar